Bahaya Bulu Kucing Bagi Manusia Menurut Dokter!

Bahaya Bulu Kucing – Memelihara kucing adalah kegemaran bagi sebagian orang, bahkan dari berbagai usia mulai dari anak-anak sampai orang dewasa pun hobi memelihara kucing. Dibandingkan dengan memelihara anjing, kadal, ular, dan sebagainya, memelihara kucing paling digemari karena bentuknya yang lucu dan tingkah lakunya yang manja dan menggemaskan.

Oleh sebab itu, tidak jarang juga pecinta kucing yang memelihara lebih dari satu ekor kucing untuk dijadikan sebagai koleksi. Namun dibalik itu semua, tidak banyak orang yang menyadari ternyata ada bahaya bulu kucing yang bisa mengganggu kesehatan manusia.

Setelah mengetahui fakta tersebut, pastinya kamu mulai bertanya-tanya apa bahaya bulu kucing yang bisa mengganggu kesehatan manusia? Untuk itu, berikut ini kami akan menjelaskan informasi tentang bahaya bulu kucing tersebut bagi kesehatan.

Ada beberapa jenis kucing yang sering dipelihara, misalnya anggora, persia, himalaya, kucing hutan, hingga kucing ras kampung. Tetapi jenis kucing yang paling disukai anak-anak adalah jenis kucing anggora karena bentuknya sangat lucu dengan bulu yang lebih panjang dan lebat, sehingga sangat enak dipeluk. Tanpa disadari, ternyata hobi bermain-main dengan kucing anggora ini bisa menimbulkan resiko kesehatan.

bahaya bulu kucing
Gambar bulu kucing yang rontok

Bahaya bulu kucing anggora lebih besar dibandingkan dengan jenis kucing lainnya karena bulunya yang lebih lebat dan panjang. Apalagi jika kamu tidak rajin-rajin merawat dan menjaga kebersihan bulu, lingkungan dan makanan kucing anggora yang kamu pelihara, maka parasit taksoplasma dan bakteri berbahaya akan mudah berkembang biak pada bulu dan air liur kucing anggora tersebut. 

Bahaya Bulu Kucing pada Bayi dan Ibu Hamil

Ada beberapa penyakit yang bisa menyerang manusia jika kucing yang dipelihara sudah terserang parasit dan bakteri, misalnya penyakit taxoplasma.

Sesuai dengan namanya, penyakit tersebut timbul dari parasit taksoplasma yang berkembang di usus kucing dan kemudian menulari banyak media melalui tinja dan air liurnya. Jika taxoplasma tersebut sudah menyerang manusia, maka akan menyebabkan penyakit zoonosis.

Selain itu, jika kamu memiliki bayi, sebaiknya jauhkan kucing dari jangkauan bayi. Karena bahaya bulu kucing bagi bayi cukup mengerikan, yaitu bisa menimbulkan infeksi dan mengakibatkan hidrosefalus, jaundice, demam, hingga pembesaran hati.

bahaya bulu kucing bagi ibu hamilTidak sampai disitu saja, bulu kucing yang terjangkit parasit dan bakteri bisa menimbulkan bahaya bulu kucing untuk ibu hamil. Bahaya bulu kucing bagi ibu hamil yaitu cacat bawaan hingga keguguran, karena parasit tersebut menyerang sistem imun bayi dalam kandungan. Oleh sebab itu, ketika hamil, sebaiknya hindari kontak fisik secara langsung dengan kucing.

Bahaya bulu kucing bagi kesehatan tidak bisa ditoleransi lagi dan dampaknya bisa sangat fatal. Pada awalnya kamu hanya terserang alergi dengan gejala seperti mata berair, bersin-bersin, batuk, gatal-gatal, dan bahkan susah bernafas.

Tetapi jika dibiarkan, gejala alergi tersebut bisa menimbulkan penyakit asma dan sangat berbahaya bagi pernapasan hingga menimbulkan radang paru-paru. Selain itu, ada pula bahaya bulu kucing bagi kesehatan wanita, yaitu kemandulan.

Kemandulan terjadi karena parasit taxoplasma yang menjangkiti kucing, tertular kepada manusia melalui bulu hingga masuk ke dalam tubuh.

Kemudian parasit tersebut akan menyerang alat reproduksi hingga menimbulkan kerusakan dan menyebabkan kemandulan. Oleh sebab itu bahaya bulu kucing pada wanitatidak bisa dianggap remeh.

Pada umumnya, bahaya bulu kucing bagi manusia cukup mengkhawatirkan dan mengancam kesehatan dan bahkan kematian, misalnya kerusakan sistem pernapasan.

Kerusakan sistem pernapasan tersebut terjadi karena parasit taksoplasma yang masuk kedalam tubuh dan menyebar ke pembulu darah yang menuju ke paru-paru dan kemudian menimbulkan peradangan.

Radang paru-paru tersebut akan menyebabkan sistem eksresi terganggu, sehingga oksigen yang masuk ke dalam tubuh menjadi terhambat dan muncullah radang paru-paru.

Infeksi Akibat Bulu Kucing

Di samping itu, bahaya bulu kucing bagi pria jika terhirup juga bisa megakibatkan sulit mendapat keturunan atau kemandulan. Nyatanya bahaya bulu kucing bagi wanita juga bisa dialami pria yang suka memelihara kucing namun tidak menjaga kesehatan dan kebersihan kucing yang dipelihara.

bahaya bulu kucing bagi wanita
Bahaya bulu kucing yang terhirup melalui hidung yang bisa menyebabkan kemandulan bagi wanita

Namun, Bahaya bulu kucing bagi wanita hamil lebih membahayakan lagi, karena tidak hanya berakibat buruk bagi wanita yang sedang hamil tersebut, tetapi yang paling utama bahaya bulu kucing untuk wanitajuga bisa membahayakan bayi yang ada di dalam kandungannya.

Gejala infeksi akibat parasit dan bakteri yang ditularkan oleh kucing pada awalnya memang tidak terasa dan tidak terlihat secara kasat mata. Akan tetapi jika dibiarkan lama-kelamaan bisa menyebabkan berbagai penyakit yang membahayakan.

Terutama pada bayi yang sistem kekebalan tubuhnya masih sangat rentan, hingga bisa menimbulkan bahaya bulu kucing bagi bayi yaitu penyakit hidrosefalus atau penyakut yang menyerang organ otak.

Tidak hanya itu saja, bahaya bulu kucing hingga bayi mengalami infeksi dapat menimbulkan penyakit  jaudice yang ditandai dengan perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi pada bayi.

Gejala infeksi paling ringan yang menyerang manusia yang ditimbulkan akibat bulu kucing yaitu demam. Namun jika tidak segera diatasi, penyakit tersebut tentunya akan sangat membahayakan dan bisa menimbulkan penyakit lain.

Oleh sebab itu, kamu harus lebih hati-hati ketika melakukan kontak dengan kucing, apalagi kucing yang tidak bersih.

Jika makanan kamu sudah diendus atau dijilat oleh kucing, maka bahaya bulu kucing pada manusia juga akan menimbulkan diare kronis. Sebenarnya penyakit tersebut lebih disebabkan oleh air liur kucing yang mengenai makanan kamu.

Kucing persia yang sepertinya tidak terlalu membayakan ternyata juga menyimpan bahaya yang sama dengan kucing anggora. Bahaya bulu kucing persia juga bisa menimbulkan penyakit cakar kucing. Pada awalnya kamu mengelus bulu kucing persia yang sudah terserang bakteri dan parasit, kemudian secara tidak sadar kamu mengucek mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Maka bakteri dan parasit pada kucing persia tersebut bisa berpindah dan masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan gejala demam, mual serta muntah. Tidak hanya itu saja, bahaya bulu kucing rontok juga sangat fatal. Bahaya dari bulu kucingyang rontok dan kemudian terhirup yaitu menyebabkan penyakit asma, alergi, pembesaran hati. Lebih parahnya lagi, bahaya mengirup bulu kucing yang rontok juga bisa mengakibatkan radang paru-paru.

Meskipun demikian, sebenarnya bahaya nya kucing yang kamu pelihara bisa diatasi  dengan cara yang mudah. Kucing yang kamu pelihara harus diberi makanan yang sehat.

Selain itu, kamu juga harus rutin memandikan kucing dengan menggunakan sampo khusus kucing untuk menghilangkan kutu, jamur dan parasit yang menempel pada bulu kucing. Sebaiknya kucing dimandikan maksimal seminggu sekali, tetapi tergantung kondisi kucing kamu. Jika sudah kotor, maka harus segera dimandikan.

Selain menjaga kesehatan kucing, kamu juga harus menjaga kebersihan lingkungan kucing, misalnya dengan cara menyediakan tempat khusus untuk buang air, karena parasit taxoplasma juga bisa ditimbulkan dari kotoran kucing.

Supaya lebih sehat, kamu juga harus memfaksin kucing peliharaanmu secara rutin sesuai petunjuk dokter hewan. Jika sudah begitu, kamu tidak perlu meragukan lagi tentang bahaya kah kucing yang kamu pelihara? Karena kucing tersebut sudah bersih dan terbebas dari bahaya bulu kucing.

Artkel Kucing Yang Kamu Cari :

    bahaya mengerikan dibalik memelihara kucing

Tags: